Trip Dieng Plateau…

Trip Dieng Plateau

Trip yang satu ini memang sangatlah berat , sebenarnya mengulang  masih kuliah sekitar 12 tahun yang lalu,  menuju   Dieng banyak yang lupa jalan dan tempat, makanya sempat nyasar (NII) Nyasar itu indah , salah masuk ke utara Karangkobar memutar ke arah Wanayasa, Bathur he he ..makin jauh koordinatnya memutar  tapi mendapat sesuatu yang indah he he..emang itu yang kita cari.ngeles.com.

Hari Pertama  Jumat, 21 Jan 2012 ,jam 21.00..

Seperti biasa perjalanan sudah di rencanakan sangat lah matang goggling sana sini, dan beberapa persiapan lainnya termasuk chek kendaraan,service,cek rem dsb, untuk trip kali ini saya tidak membawa sepeda  karena saya pikir waktu 3 hari libur tidaklah cukup, karena perjalanan yang sangat jauh, Perjananan di mulai pada malam  jumat  jam 21.00 dengan mengambil Jalur Pantura (Cikarang-Cikampek- Indramayu Cirebon), perjalanan  cukuplah padat, sehingga waktu tempuh jadi lama , banyak nya truck & bis  yang melintas  bermuatan besar melewati jalur Pantura ini, Jam 03 pagi sampailah  di Ajiwinangun Cirebon, kami mampir ke Restoran Pringsewu untuk  makan dan istirahat, sampai nunggu pagi tiba , (rekomendasi buat perjalanan  restoran ini, dari pada nginap di hotel he he ,…..)

Hari Ke Dua Sabtu 22 Jan 2012…Jam 06.00

Setelah istirahat di Ajiwinangun Restoran Pringsewu, perjalanan kami lanjutkan kembali menuju Toll Panci, perjananan sangat lah lancar karena melewati toll, sayang kita harus berhati-hati toll Panci ini, karena banyak jalan yang rusak dan berlubang, kami menuju kota Larangan, ketanggungan kita jumpai petani bawang merah sepanjang perjalanan,  alternatip menuju jalan  tembus Bumiayu, dan masuk Purwokerto, lagi lagi kita temui jalan yang rusak dan berlubang sehingga harus berhati hati , Jam 12 siang kita sampailah  di kota  Purwokerto, kita istirahat untuk sholat dzuhur dan makan siang kira2 1 jam kita di Purwekerto, perjalalan di lanjutkan Ke Purbalingga dan Banjarnegara melewati 2 kabupaten ini lumayan lancar sayang jalanya terlalu sempit jadi harus berhati hati dan kurangnya petunjuk arah jalan  , sampailah ke utara daerah Banjarnegara Watumalang.

NII (Nyasar itu Indah)

Nah ..di sini kita sempat bingung karena ada petunjuk arah yang ke Arah Dieng dan Wonosobo, ga berpikir panjang kita langsung ke arah Dieng ternyata kita NII ..perjalanan semakin menjauh ke Utara punggungan dieng tepatnya kampung,Karangkobar  Wanayasa dan kampung Bathur wah tanjakan benar nanjak ,kita sempat khawatir bisa ga melewati tanjakan ,tanjakan demi tanjakan sedikit demi sedikit kita lalui, dan sini  kita menemukan alam yang begitu indah dan eksotik kampung benar2 di atas awan kaya negeri dongeng he he…butuh waktu sekitar 2 jam kita berputar putar di punggungan G Dieng “alhamdulilah berkat doa Istri dan anak”  kami sampai di Dieng plateau jam 06 sore, kabut mulai turun dingin sekali, kami cari-cari informasi penginapan untuk menginap akhirnya dapat penginanapan (home stay ga ada hotel di sini) berkat jasa tukang ojeg kebetulan home stay yang kami pilih berdekatan dengan komplek candi Arjuna sehingga dari lantai 2 saya menginap bisa terelihat komplek candi , bapa pemilik homestay sangat ramah menerima kami kaya keluarga sendiri ,saya sekelurga sangatlah terenyuh baru pertama kali bertemu kami di sambut bagai keluarga sendiri, homestay yang kami tempepati cukuplah luas bersih dan lengkap ada TV parabola,Hekter air panas, sarapan pagi (ga kalah hotel berkelas yang kita temui di kota besar ), masalah tarif murah sekali saya sama keluarga sampai terheran ga sebanding pelayan dan keramahan si pemilik homestay Pokdrawis nama pemilik homestay…

Malam mulai larut udara cukup dingin , malam kita sempat malam keluar menu sate sapi dan  kambing jangan harap kita berlama lama makan sate panas dengan sekejap sate panas dan teh panas bisa jadi dingin he he …..Cuaca dingin yang cukup ekstrim untuk sebuah wilayah yang terletak di daerah tropis telah memunculkan gaya hidup dan gaya berpakaian yang unik dari para penduduknya. Suhu udara pada siang hari berkisar antara 15-20 derajat celcius sementara pada malam hari berkisar antara 10 derajat celcius. Pada bulan Juli dan Agustus suhu bisa mencapai 0 derajat celcius pada siang hari dan -10 derajat celcius pada malam hari wuih ga kebayang kaya di depan prezer lemari es…sesudah makan kita kembali ke homestay untuk istirahat dan besok paginya kita keliling komplek dieng plateau ini …zzzzzzz

Hari Ke Tiga Minggu 23 Jan 2012 Jam 06.00

Pagi yang dingin sekali di  Dieng plateau nama Dieng berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “di” yang berarti tempat, dan “hyang” yang berarti dewa pencipta. Secara keseluruhan Dieng dapat diartikan sebagai tempat bersemayamnya para dewa. Sementara para penduduk sekitar sering mengartikan bahwa Dieng berasal dari kata “edi” yang berarti cantik dalam bahasa Jawa, dan “aeng” yang berarti aneh. Dengan kata lain Dieng adalah sebuah tempat yang cantik namun memiliki banyak keanehan.

Terletak pada ketinggian 2115 meter dpl, masyarakat Dieng patut bersyukur atas melimpahnya kekayaan yang dianugerahkan kepada tanah mereka yang cantik dan eksotik ini.

Kompleks Candi Arjuna

Pagi kami berjalan melewati ladang petani kentang menuju komplek Candi Arjuna, lumayan bisa gratis ga beli karcis ticket masuk,  meskipun becek dan berlumpur kami sekeluarga sangat lah senang kebetulan sangatlah dekat dengan homestay kami tinggal, komplek candi arjuna yang merupakan candi hindu tertua di Pulau Jawa masih berdiri dengan tegaknya di tengah deraan waktu dan cuaca, menjadi bukti warisan kekayaan budaya yang luar biasa, menjadi bukti dan saksi bahwa dulu ada suatu komunitas di sini , Meskipun beberapa bagian candi mulai aus dimakan usia, namun candi pemujaan Dewa Siwa yang dibangun pada tahun 809 M ini tetap kokoh berdiri memberikan nuansa kedamaian di tengah keheningan alam pegunungan, kami habis berfoto sampai bingung semua indah buat foto di sini, kami banyak temui wisatawan mancanegara di sini, malah orang pribumi Indonesia sangatlah jarang kami temui ..he he …

Udara sejuk dan dingin ini benar-benar dimanfaatkan oleh penduduk untuk memaksimalkan usaha pertanian mereka. Lahan yang berlimpah mereka ubah menjadi ladang untuk menanam aneka sayur dan buah-buahan. Komoditas utama mereka adalah kentang dan kubis. Carica, pepaya Dieng, disulap menjadi makanan lezat yang selalu diburu sebagai oleh-oleh khas Dieng.

 Berbicara tentang kuliner, makanan khas Dieng lainnya yang wajib dicoba adalah tempe kemul yang lezat dan mie ongklok Wonosobo yang telah melegenda,Perpaduan antara mie ayam dan sate sapi yang kuahnya berupa bumbu kacang yang di campur ke mie ayam sehingga menjadi kental enaak…ternyata …. kami sarapan dan makan khas sini di komplek Candi arjuna ini sesudah puas kami pulang ke homestay karena tempat yang akan  di tuju lumayan jauh jadi harus  pakai kendaraan ..

Musium Dieng Kailasa

Ga jauh dari komplek candi arjuna kita menuju museum Kailasa ,Museum Dieng “Kailasa merupakan sebuah museum yang terletak di kompleks Gedung Arca milik Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah, di dekat Candi Gatotkaca, Dieng,. Museum ini diberi nama Kailasa, sesuai dengan nama salah gunung tempat tinggal Dewa Syiwa. Nama ini diambil karena kepurbakalaan Dieng diwarnai dengan pemujaan terhadap Dewa Syiwa, yang dapat diketahui dari percandian maupun prasasti.

Museum ini berisi artefak dan panil keterangan tentang alam (geologi, flora-fauna), masyarakat Dieng (keseharian, pertanian, kepercayaan, kesenian) serta warisan arkeologi dari Dieng. Memiliki teater untuk melihat film (saat ini tentang arkeologi Dieng), panggung terbuka, serta restoran, kita juga  bisa nonton film arkeologi dieng .

Kawah Sikidang .

Setelah dari museum perjalanan di lanjutkan ke Kawah Sikidang sekitar 2 km dari museum Kaliasa Sesungguhnya Dieng adalah wilayah vulkanik aktif dan dapat dikatakan sebagai gunung api raksasa. Datarannya terbentuk dari kawah gunung berapi yang telah mati. Bentuk kawah ini terlihat jelas dari dataran yang dikelilingi oleh gugusan pegunungan disekitarnya. Namun meskipun gunung api ini telah berabad-abad mati, beberapa kawah vulkanik masih aktif hingga sekarang. Di antaranya adalah Kawah Sikidang, yang selalu berpindah-pindah tempat dan meloncat-loncat seperti “kidang” atau kijang.Subhananalloh ..saya melihat dengan mata kepala sendiri letupan letupan aktif kebayang panas nya jika letupan itu sampai ke badan kita, hawa belerang yang sangat menyengat , sehingga kami tidak berlama lama di kawah sikidang ini ada kekhawatiran yang muncul jikalau bau belerang berubah menjadi gas beracun ..semoga tidak terjadi .

Telaga Warna .

Tidak lah jauh dari Kawah sikidang, kami lanjutkan lagi ke Talaga warna,Keunikan proses terbentuknya menghasilkan bentang alam yang eksotik dan tidak ada duanya. Telaga Warna ini bisa  memantulkan warna hijau, biru dan ungu serta pesona keindahan matahari terbit dari puncak Gunung Sikunir, mengingatkan kita punya telaga Warna yang ada di Puncak bogor Jawa Barat, telaga ini merupakan kawah gunung berapi yang mengandung belerang. Akibatnya, bila air telaga terkena sinar matahari akan dibiaskan menjadi warna-warni yang indah.di sini kami bisa istirahat aga lama karena udara sangat sejuk plus santap makan khas makan manisan Carica khas dieng (pepaya dieng).

Setelah puas berkeliling di Dieng plateau ini kami pulang homestay untuk berbenah pulang, sangat lah berkesan dan ingin sekali berlama lama disini tapi apa boleh buat kita harus kembali pulang ke Cikarang  Next time lah insya alloh kami pingin berkunjung ke dieng lagi , ada salah satu makanan kuliner dieng Manisan Carica hmmm …uenak segar ….

Pohon Carica

Pepaya gunung atau karika (sering ditulis carica, Vasconcellea cundinamarcensis, syn. Carica pubescens) adalah kerabat pepaya yang menyukai keadaan dataran Pepaya tinggi basah, 1.500-3.000 m di atas permukaan laut. Daerah asalnya adalah dataran tinggi Andes, Amerika Selatan. Pepaya mini yang banyak tumbuh di Dataran Tinggi Dieng.

 Tumbuhan mirip pohon walaupun sesungguhnya adalah terna raksasa, karena batangnya tidak membentuk jaringan kayu (lignin). Tinggi dapat mencapai 10m dengan sedikit cabang. Buahnya berbentuk peluru dengan panjang 6-15cm dan lebar diameter 3-8cm, dengan lima sudut memanjang dari pangkal ke ujung; sewaktu muda berwarna hijau dan menjadi kuning atau jingga di saat masak. Daging buah harum dan berwarna kuning kepucatan dan jika dimakan cenderung asam rasanya. Getahnya bisa terasa sangat gatal jika tersentuh kulit. Carica jarang dimakan langsung dan lebih tepat jika dibuat manisan. Manisan Carica adalah komoditas khas daerah dataran tinggi Dieng dan Wonosobo dan biasanya dijual dalam botol-botol selai ukuran 230 dan 350 gram. Setelah jadi manisan rasanya manis dan texturenya seperti buah mangga. Yang istimewa adalah saus atau air manisan yang terbuat dari biji Carica. Selain manis, aromanya juga harum dan mengundang selera. Seperti pepaya, buahnya mengandung banyak papain, enzim yang mampu mendegradasi protein (“proteolitik”). Dan ini adalah oleh-oleh istimewa khas Dieng.

Yogyakarta…

Waktu menunjukan jam 01 siang rencana kita pulang menuju selatan  (Jatijajar- wonosobo,-temanggung,-,magelang,-sleman) dan tujuan menginap di Yogyakarta , perjalanan lumayan padat merayap karena mungkin hari libur, rasa kangen melintas jalan-jalan menuju kota magelang teringat masa  nostalgia he he …terutama suasana khas jawa ..jam 04 sore kita sampai di Yogyakarta, suasana padat dan macet menuju penginapan, sayang penginapan seputaran Sosrokusuman full Penuh semua, kami putuskan parkir di Malioboro aza dan jalan-jalan belanja ke mirotha dan makan gudeg tentunya yang enak tenan…hihi…kurang lebih 4 jam kami jalan-jalan seputar malioboro dan kita putuskan malam ini juga kita pulang ke Cikarang,dan rencananya kita mau melewati Jalur selatan ( Yogya- Purworejo-kebumen –Gombong-Wangon-Banjar-Ciamis-Tasik-Garut-Bandung –Cikarang dehh….)

Hari ke Empat, Senin 23 January 2012…

Perjalanan jam 11 malam dari Yogya menuju selatan Purwerejo , perjalanan sangat lah lancar ,jalan yang cukup bagus dan halus, sehingga perjalanan begitu nyaman, jam 03  malam kita sampai karanganyar kita istirahat di restoran Candisari yang teletak antara  jalan raya kebumen-karanganyar , untuk makan dan tidur menunggu waktu pagi tiba he he (rekomendasi buat perjalanan  restoran ini, dari pada nginap di hotel he he ,…..)zzzzzzzz…….

Pagi jam 05.00 sesudah sholat subuh perjalanan kita lanjutkan, kota yang di tuju kota tasikmalaya, kita rencana mau istirahat dan tentunya ketemu Orang Tua tercinta, kebetulan si fakhri kangen banget ketemu kake dan neneknya, yang dari kemarin menelpon trus khawatir perjalanan ke Dieng ini, jam 12 siang kami sampai di kota Tasimalaya, untuk makan  istirahat,ga lupa makan baso tasik yang eunak  5 jam kami istirahat di rumah nenek, kami rencana pulang hari itu juga tidak menginap, jam 5 sore kami pulang menuju (Garut-Bandung- toll Padaleunyi-toll Cipularang – cikarang deh )..Alhamdulilah perjalanan sangat lancar dan kami tiba jam 11 malam sampai rumah , perjalanan yang cukup jauh berkendaraan dengan waktu yang sangat pendek karena besoknya harus bekerja dan beraktifitas seperti biasa, Allhamdulilah kami sekeluarga di beri kesehatan ,keselamatan selama perjalanan  kami hanya bisa mengingat semua perjalanan yang kami lakukan, Indah, berkesan,  banyak hikmah yang kami dapat sungguh indah potensi kekayaan alam kita ,kami harus banyak bersyukur ….

Informasi  Tarif  Peta Wisata Dieng tahun 2012…

Tarif  home stay Kisaran Rp 200,00,-/hari  untuk hari libur,Hub Homestay milik POKDARWIS, Dieng kulon Bathur (0293) 3342066, Pak Alif (085227206009) Pak Mukson (081327625784)…di jamin Puas (Rekomendasi) ..

-Masuk Tempat  wisata Komplek candi,Kawah sikidang,Telaga warna Rp 10,000,- dewasa/ anak2   gratis.

-Masuk Musium kaliasa Rp 5000,- dewasa/ anak2 Gratis…

-Mie Ongklok 1 porsi +plus sate sapi 5 + plus teh manis panas Rp 15,000-

– Manisan carica berkisar antara Rp 5000,- s/d 10.000,- tergantung ukuran..

Semoga Bermanfaat ………

(Sepanjang Perjalanan di hibur dengerin Mp3 Album Katty Perry “Fire Work” penambah semangat Mantab……….)

Alhamdulillah ………..

Cikarang, 25 Jan 2012

DT Hendarwan

About Deni Hendarwan

The Word is flatt....No Worry Ride Ride ....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

5 Balasan ke Trip Dieng Plateau…

  1. gunpar, jalan irigasi raya cikarang baru berkata:

    Bagus banget Om, saya kemarin tahun baru gowes dengan keponakan dari Wonosobo ke Dieng, Kebetulan saya asli dari Banjarnegara. Salam kenal

    • Deni Hendarwan berkata:

      Wuih mantab dunk kebayang tanjakan nya, tidak manusiawi hi hi hi …TTB di halalkan di sini he he …..tapi dari dieng juga lumayan kok gowest memutar menuju tempat wisata dari Komplek candi finih di telaga warna mantab kayanya …salam kenal om gumpar ..

  2. Ping-balik: Family Traveling (Bepergian Bersama Keluarga) « Deni tarzan Hendarwan's Blog

  3. panji asmoro berkata:

    Wah, Homestay-nya kelihatannya keren tuh bisa lihat candi. Nama homestaynya apa pak?

    • Deni Hendarwan berkata:

      Waduh saya lupa waktu itu atau tanya bagian informasi , tapi enakan cari depan depan aja dekat jalan besar tidak masuk gang , rata di sana lantai 2 dan view nya ke candi ………….terimkasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s