Trip Ujung Genteng ….

Trip Ujung Genteng….

Sebenarnya trip ini sering kita dengar di kalangan orang pengendara motor trail atau motor adventure lah hi hi …makin rasa penasaran dari segi namanya Ujung Genteng  …paling ujung jawa barat ,sebenarnya teman dari  Nona CMTB  ( No Na rsis Fotografi CMTB) lagi membahas mau ke ujung genteng ini rencananya bulan maret ini mau motto bareng atau mini kolozal  seputaran ujung genteng  , tapi saya liat schedule saya padat sekali bulan itu, maka saya putuskan akhir bulan Februari aja saya berangkat duluan ” Maaf yaa Frends  mumpung sinyal lagi penuh nih he he ……….

Seperti biasa kita berbenah seminggu sebelumnya menyiapkan beberapa persiapan, karena trip ini cukup lah sulit  pertama jalan yang di lalui cukup jauh  260 km dan jalan yang rusak, makanan yang sulit di dapat,  adapun katanya ga enak makanya lebih baik bawa , waktu yang di tempuh 2 hari 3 malam , hmmm …Ini dia ceritanya .. seperti biasa  kita berangkat dari cikarang jumat malam jam 21.00 menuju Sukabumi, perjalanan malam ternyata macet juga, menuju Lido-Cibadak, sukabumi ,banyak truck pasir melintas, dan jalan yang rusak di perbatasan lido ke cibadak jalan yang rusak  hmm…jam 12 malam kita sampai di sukabumi ,dan lanjut lagi ke arah jalan cikembar menuju lengkong jalan cukup halus karena satu arah menuju pelabuhan ratu, kita harus liat rambu rambu penunjuk jalan di sini karena banyak perempatan jalan, salah sedikit bisa patal takut nyasaaar broo… .

Jalan cukup sepi malam ini , hanya beberapa mobil truck pengangkut kayu melintas ..wah.. jalan sudah mulai ketemu yang rusak dan sempit hanya cukup 2 mobil  saja  menuju jampang tengah sesekali ketemu hutan sesekali ketemu perkampungan cukup serem sesekali liat kaca spion belakang hi hi ..,  waktu menunjukan jam 02 malam kami putuskan untuk istirahat, kebetulan ada pom bensin mau masuk jampang tengah karena tidak adanya mobil dan motor yang melintas lama lama ngerii juga  uy ….. istirahat ah…

Sekalian istirahat nunggu shubuh karena jarak masih jauh sekitar 110 km untuk sampai ujung genteng Zzzzzzzz……tidur… tapi ga bisa tidur juga uy……….., tepat jam 4  malam perjalanan kami lanjutkan kembali  sekalian cari mesjid untuk sholat shubuh, nantinya menuju lengkong, wah…. ternyata tepat saya istirahat tadi di Pom Bensin tadi , ternyata lebih sepi dan rusak jalanya, jarang sekali nemu perkampungan, adanya perkebununan teh sepanjang perjalanan, sesekali jalan turun naik, nemu hutan pinus yang rindah menutupi jalan rimbun bener hi hi ,  lumayan menjelang  shubuh ketemu beberapa pengendara motor dan bus travel, dan saya berhenti menemukan mushola di kampung lengkong untuk sholat shubuh, setelah sholat shubuh perjalanan di lanjutkan ke jampang kulon kota kecil ,ya….. lumayan rame, ketemu pasar tumpah  dari jampang kulon, trus kami berbelok, ada plang menuju curug  Cikaso,Tegal buleud, untuk melihat curug cikaso jarak antara persimpangan jampang kulon menuju Cikaso sekitar 15 km lumayan jauh juga sih, di sana ada kampung persis kaya di Bekasi ada kampung Cikarang, Cibitung bahkan ada persimpangana Dago yaitu persimpangan dari Curug cikaso ke Surade …      setelah menikmati Curug Cikaso di lanjutkan ke Surade lumayan jaraknya masih 20 km lagi menuju ujung genteng …emang ada sedikit prustasi sih kok ga nyampe nyampe yaaa….hi hi ..baru deh jam 11 siang kami sampai ke ujung genteng langsung masuk penginapan hexa  yang ada di pantai cibuaya, kurangnya penunjuk jalan di ujung genteng jadi harus sering nanya …he he …

Kita bahas satu persatu yaaaa Trip Ujung Genteng ini…

Curug Cikaso..

Sebenarnya enak waktu pagi hari ke curug cikaso ini ,karena masih segar udaranya , dan  dapat moment pelangi yang ada bawah curug yang indah ini, yang memancarkan butir butir halus air terjun, Curug Cikaso sebenarnya bernama Curug Luhur, mengalir dari anak sungai Cikaso yang bernama Cicurug. Tapi oleh kebanyakan orang, curug ini lebih dikenal dengan nama Curug Cikaso. 

Sungai airnya lumayan tenang

 

Bisa naik perahu atau jalan kaki

Curug Cikaso terbentuk dari tiga titik air terjun yang berdampingan dalam satu lokasi dengan di bagian bawahnya,terdapat kolam dengan warna airnya hijau kebiru-biruan.  Kedua titik air terjun dapat terlihat dengan jelas sedangkan yang satu agak tersembunyi dengan tebing yang menghadap ke timur.  Curug ini memiliki ketinggian sekitar 50 meter.

Perahu 2 buat menuju ke Curug Cikaso

Sebenarnya jarak antara tempat parkir ke curug cikaso sangat lah dekat, ga usah naik perahu cukup jalan kaki dan ga usah  memakai jasa pemandu , tapi jalan waktu itu sangat becek, kebetulan si fakhri pingin naik perahu, jadilah naik, sewa perahu, sewa perahu Rp 50 ribu untuk booking 1 perahu PP.sayang air nya keruh dan coklat karena habis hujan, cukup sepi pagi ini hanya beberapa orang datang, kira2 1 jam kami menghabiskan di curug cikaso ini.

Masih sepi pagi ini

Perjalanan kami lanjutkan, masuk ke perempatan simpang dago menuju surade, lumayan rame di Surade ini , ada pom bensin dan alpa mart  di sini kami mengisi bensin dan  berbelanja untuk perbekalan ke ujung genteng ini ,karena di ujung genteng susah menemukan makanan ada pun harganya ga karuan  .

Ujung Genteng

Jam 9.30 pagi sampai lah di pantai ujung genteng, di sini banyak di temukan kapal –kapal pencari ikan dan nelayan, sebenarnya ujung genteng lebih terkesan pasar ikan dan pelelangan ikan. Ujung Genteng merupakan daerah pesisir pantai selatan Jawa Barat yang terletak di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi dengan jarak tempuh sekitar 260 kilometer dari Cikarang . Waktu tempuhnya sekitar sebelas jam perjalanan bermobil maklum berhenti henti banyak istirahat bukan kejar setoran … he he .

Pantai ujung genteng

Pantai Ujung Genteng memiliki karakteristik umumnya pantai selatan Pulau Jawa yang terkenal bersih airnya dan ombaknya yang besar. Walaupun demikian, pantai ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan pantai Pelabuhan Ratu yang terkenal rawan dan sering merenggut korban jiwa karena ombaknya yang ganas. Walaupun pantai Ujung Genteng menghadap bebas ke Samudera Hindia, namun ombaknya yang besar tak membahayakan pelancong yang gemar bermain-main di laut. Ombak besar dari tengah samudera lebih dulu pecah berserak lantaran terhalang gugusan karang laut di depan bibir pantai, sehingga kita dapat menikmati alam dengan pantai yang indah, aman, dan nyaman.

Cocok buat yang suka narsis ..

 Anak-anak boleh berenang di laut sepuasnya dan memungkinkan memandang sekumpulan ikan berwarna-warni di sela-sela batu karang, menandakan betapa alaminya lingkungan Ujung Genteng, tidak lama di ujung genteng ini hanya foto foto narsis aja he he… perjalanan kami lanjutkan ke pantai cibuaya untuk mencari penginapan di sana ada beberapa losmen yang rekomendasi cukup bersih  yaitu penginanapan hexa .

Penginapan Pondok hexa

Pantai Cibuaya

Jarak antara pantai ujung genteng sama pantai cibuaya hanya 3 km , hanya saja untuk mencapai ke sana harus memutar di karenakan banyak jalan pantai yang amblas dan sangat riskan di lalui pake mobil .

Pantai Cibuaya

Pantai Cibuaya merupakan tempat bermuaranya sungai ke laut. Namun sungainya kecil tidak seperti Cipanarikan atau Cikarang. Di Pantai ini pengunjung bisa bermain air laut, namun harus berhati hati karena pasirnya kasar (pecahan karang). Di pantai di cibuaya ini kami menginapa Pondok hexa halamanya  cukup luas , bersih, dan rame di sini taripnya lumayan murah Rp 250 rb /malam ada AC dan kolam renang, TV cable, cukup bersih ,ada banyak beberapa penginapan tapi sangat sepi pengunjung, jadi kita cari yang rame biar ga terlalu sepi he he , sedikit  pengujung pada bulan ini biasanya hari hari besar dan liburan ,itupun paling tamu dari sukabumi  dan tauris Mancanegara , di pantai cibuaya ini banyak orang penjual makanan, lumayan lah , tapi sayang makanan di sini kurang begitu enak, dan ala kadarnya aja, cukup susah nemu makanan  enak di sini, maka rekomendasi bawa perlengkapan masak lumayan untuk menggoreng ikan dan merebus air he he ….tapi cukup tenang untuk istirahat dan menikmati pemandangan.

Kami sampai dan sesegera cek in penginapan dan istirahat tidur siang broo maklum semalaman ga bisa tidur , karena jam 05 nanti kita akan ke pantai pangumbahah untuk meliat pelepasan tukik (anak penyu), jarak antara pantai cibuaya tempat kami menginap hanya 4 km, tapi jalan di tempuh rusak dan banyak bagian yang amblas, maka kami putuskan untuk menyewa motor aja , dengan harga 80 ribu untuk 2 motor dan 1 orang pengantar  deal…jam 05 sore motor sudah di antar ke penginapan .

Pantai Pangumbahan

Ternyata benar jalan yang sempit dan rusak menuju pantai pangumbahan ini  dekat memang, tapi ada bagian jalan yang amblas untuk mencapai ke sana mobil harus di dorong , emang ada sebagian yang nekad kesana tapi dari pada nyusahin orang dan bayar upah dorong mendingan sewa motor ajah deh lebih aman he he …

Jalan cukup 1 mobil menyusuri pantai

Cuaca yang tidak begitu panas  karena menjelang sore,   sekitar 15 menit kita sampai ke pantai pangumbahan, wow.. ternyata di sana sudah banyak orang di antara 2 mobil travel dan sekelompok 3 mobil Ranger  beserta pengawalan Polisi Militer, kalau saya liat sih tamu berbintang dua ke sini dari jakarta khusus untuk melihat pelepasan tukik ke laut, (anak penyu)

Penyu hijau (Chelonia mydas) apa tuh….

Tukik di dalam ember mau di lepas

Pengeraman telur penyu

Chelonia mydas, atau yang biasanya dikenal dengan nama penyu hijau adalah penyu laut besar yang termasuk dalam keluarga Cheloniidae. Hewan ini adalah satu-satunya spesies dalam golongan Chelonia. Mereka hidup di semua laut tropis dan subtropis, terutama di Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik. Karena penyu tidak suka air dingin dan mereka akan sangat kesulitan untuk mencari tempat bertelur. Namanya didapat dari lemak bewarna hijau yang terletak di bawah cangkang mereka. Di beberapa bagian pantai pangumbahan  dijumpai sarang-sarang penyu. Kehadiran penyu hijau di pantai pantai pangumbahan  diduga karena pantai tersebut merupakan pantai yang cocok untuk tempat bersarangnya.

Penyu hijau (Chelonia Mydas) penyu langka harus di lestarikan

Populasi Penyu Hijau (Chelonia mydas) di pantai selatan Sukabumi terancam punah

Ini Cerita konservasi penyu hijau .

Penyu Hijau atau Chelonia mydas yang habitatnya terdapat di pantai selatan Kabupaten Sukabumi, yaitu di Pantai Pangumbahan dan Suaka Margasatwa (SM) Cikepuh di Desa Gunung Batu Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi, populasinya menurun drastis dan terancam punah. Penyebabnya eksploitasi untuk kepentingan komersial.

“Pada tahun 80-an, populasi penyu hijau yang terlihat naik ke daratan sekitar 50-an setiap malamnya. Namun sekarang penyu hijau yang bisa kita lihat pada musim bertelur hanya sekitar tiga ekor per malam,” kata Budiyanto, Direktur Eksekutif Kusukabumiku, di Sukabumi, Senin (6/11).

Melalui saluran telepon Budiyanto mengatakan kepada beritabumi.or.id, populasi penyu tersebut harus segera diselamatkan dan tidak boleh dieksploitasi dalam bentuk dan atau alasan apapun. Menurutnya, yang paling penting dan mendesak saat ini adalah melakukan upaya rehabilitasi dan restorasi untuk mengembalikan populasi penyu dan ekosistemnya, setidaknya seperti puluhan tahun silam.

Sementara menurut Budiyanto, pengunduhan (pengambilan telur � red) penyu hijau di Pantai Pangumbahan selama ini justru dilakukan pihak swasta, yakni CV Daya Bakti yang menjadi rekanan Pemkab Sukabumi. Bahkan pihak pengelola berhak melakukan usaha pengambilan telur dari satwa yang dilindungi undang-undang tersebut dari sarang alaminya.

Sedangkan di lokasi sepanjang pantai dalam kawasan konservasi Suaka Margasatwa Cikepuh, pengambilan telur-telur penyu tersebut dilakukan oleh oknum masyarakat secara ilegal. Bahkan diduga melibatkan oknum pegawai pada lingkungan Departemen Kehutanan (Dephut).

“Menurut informasi yang kami dapat, sejumlah oknum pegawai kehutanan yang terlibat tersebut telah mendapat sanksi administrasi, yaitu dipindah-tugaskan ke daerah lain,” ujar Budiyanto.

Menurut Budiyanto, penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Sukabumi, baik eksekutif maupun legislatif harus berlapang dada untuk mencabut Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pelestarian Penyu di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, banyak pasal dan ayat di perda tersebut yang tidak selaras dengan upaya pelestarian penyu secara nasional, regional dan internasional.

Lebih lanjut dia menjelaskan, upaya pelestarian penyu secara nasional telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, yakni UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Peraturan Pemerintah (PP) No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Selain itu, diatur juga melalui SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan No 751/Kpts-II/1999 tentang Tata Cara Permohonan, Pemberian dan Pencabutan Izin Usaha Berburu Telur Penyu Hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata).

Tolak eksploitasi

Budiyanto menyatakan, Kusukabumiku menolak berbagai bentuk eksploitasi habitat penyu hijau, baik di Pantai Pangumbahan maupun Suaka Margasatwa Cikepuh, serta ekosistem sekitarnya dengan alasan atau dalam bentuk apapun, apalagi untuk komersial. Untuk dapat kembali memulihkan populasinya, dibutuhkan waktu puluhan tahun.

“Semuanya ini akibat kesalahan orang-orang yang tahu dan sadar tentang upaya penyelamatan lingkungan dan konservasi, namun diam saja. Akhirnya populasi penyu Sukabumi menurun drastis dan terancam hilang,” tegas Budiyanto.

Upaya penyelamatan

Berkaitan dengan upaya penyelamatan dan konservasi alam dan lingkungan hidup, Kusukabumi meminta agar Pemkab Sukabumi merubah status kawasan pantai peneluran penyu di Pantai Pangumbahan dan ekosistemnya menjadi kawasan konservasi. Lalu digabungkan dengan pantai peneluran di SM Cikepuh dengan dikelola secara terpadu, berskala nasional dan internasional serta profesional menjadi Kawasan Rehabilitasi Penyu Indonesia di Sukabumi.

Kusukabumiku merupakan lembaga atau gerakan yang bersifat independen, non politik, non profit, non kompromi, dan non kekerasan serta menjunjung tinggi perdamaian. Berprinsip bahwa bumi ini untuk semua (earth for all). Adapun visinya, terwujudnya kembali keharmonisan di muka bumi.

Sedangkan misinya, mencegah laju kerusakan lingkungan, memulihkan yang rusak dan menyelamatkan yang tersisa. Tujuan gerakan ini, menjadi penghuni di muka bumi yang mencintai lingkungan dan perdamaian. Kegiatan utamanya adalah pembelaan lingkungan melalui pendidikan, kampanye dan publikasi. Copas berita dari Konservasi>>

Pangumbahan Turtle Park

 

Tepat  jam 5.30 rombongan petugas konservasi membawa 2 buah jolang besar yang isinya anak tukik , bak kedatangan artis ibukota orang orang yang dari tadi menunggu lama terobati sudah …sesegera petugas di bantu tamu  memasang garis untuk pelepasan tukik tersebut hi hi …lucu pelepasan penyu di sambut dengan meriah sekali .

Tukik sebelum di lepas di pegang dulu ah....

Pantai pangumbahan ini menjadi tempat favorite untuk melihat pelepasan tukik dan pada malam hari dapat menyaksikan penyu penyu bertelur , tapi sayang saya tidak dapat menyaksikan nanti malam penyu bertelur, karena keterbatasan waktu next lah …

Selamat jalan tukik moga selamat dan tetap hidup hi hi

Pantai  Pangumbahan.  juga lokasi di mana Anda bisa berselancar di atas ombak yang cukup menantang yang terkenal dengan sebutan ”ombak tujuh”. Lokasi ini merupakan kawasan favorit bagi wisatawan mancanegara untuk olahraga selancar. Sebutan ombak tujuh menurut penduduk karena ombaknya selalu berurutan tujuh ombak dan selalu besar-besar.

waktu menujukan jam 06.30 saat kembali ke losmen dan cuaca sudah mulai gelap dan magrib.tidak lama kami sampai ke losmen untuk mandi dan makan malam rencana mau jalan jalan sekitar pantai cibuaya atau seputar losmen hexa.

Cuaca malam ini cukup cerah sepoy sepoy angin pantai, memang cuaca hari ini cukup mendung, jarang dapat suasana dan menemukan hawa pantai yang sepi , memang kawasan ujung genteng sepi pengunjung  semua losmen banyak yang kosong hanya  penginapan hexa aja yang cukup ramai itupun cuman  hari minggu , kebayang hari senin bak kaya pantai mati sepi , jam menunjukan jam 9 malam mata sudah mulai mengantuk , kami sesegera tidur karena pagi rencana saya mau gowest ke pantai pangumbahan lagi sekalian mencari udang dan ikan di pesisir pantai  ,….cihuy……cihuy..

Pantai cibuaya liat orang bule berselancar

Waktu menujukan jam 05 shubuh saya segera bangun dan sholat shubuh, setelah sholat saya berbenah menyiapkan sepeda  wah … hari masih gelap jam 05 di sini , saya putuskan nunggu jam  6 pagi aja deh, karena biar aga terang , ternyata enak banget sepedaan di sini track pasir ,mengitari pantai sungguh pengalaman yang mengasikan  sesekali saya berhenti menikmati deburan ombak dan aktifitas nelayan mencari ikan .

Liat mancing udang lobster

Jarak yang akan di tuju gowest hanya pantai pangumbahan aja hanya 5 km he he …lumayan buat melemaskan otot yang kaku dan olahraga pagi di pantai cihuy ….ga lama kita sampai ke pantai pangumbahan suasana cukup sepi hanya beberapa orang aja yang lagi mandi di pantai .

Jalan lumpur cocok banget pake sepeda

Setelah puas menikmati pesisir pantai  saya kembali pulang menuju penginapan , tidak jadi membeli ikan dan udang karena ikan dan udang lobster yang di jual cukup besar2 saya khawatir tidak bisa memasaknya, kami putuskan nanti saja beli di pantai Pelabuhan ratu .

 Jam 07. pagi sampai lah ke penginapan, di dapat si fakhri dan fariz sudah bangun dan mengajak untuk berenang di pantai pagi ini , akhirnya kami berangkat berenang tidak jauh dari penginapan cukup hanya menyebrang saja , cerah pantai pagi ini fakhri dan fariz berenang  ga sampai ke tengah hanya di pinggiran saja.

cihuy....mau berenang nih

Ke tengah makin lama, makin dalam.hi hi pegangan yaaa

Gaya bak seorang baywach ...

Bertapa di pantai selatan ...he he ..

Setelas puas berenang kita kembali ke losmen untuk mandi dan berenang lagi, karena di penginapan ada kolam renang nya sekalian bersih bersih lengket abis berenang di laut .

Waktu menunjukan jam 10 pagi kami putuskan untuk berbenah untuk melanjutkan perjalanan pulang dan mampir  pantai Amanda ratu dan Pelabuhan ratu .

Pantai Amanda ratu

Tidak sulit menemukan pantai Amanda Ratu , kebetulan sambil pulang jadi posisinya sebelah kanan pintu masuk kawasan Ujung genteng , hanya 1 km dari pintu masuk kawasan pantai ujung genteng.

Jalan menuju pantai amanda ratu

Pantai Amanda ratu hanya  sebuah villa yang namanya  Amanda ratu yang memiliki panorama yang mirip dengan tanah lot pulau bali , di tempat ini memiliki sarana yang sangat memadai sebagi tempat istirahat terdapat kolam renang yang wow lumayan tarifnya,tapi tetap saja sepi pengunjung .

Saya tidak lama di sini hanya berphoto sebentar  dan perjalanan di lanjutkan kembali  kali ini perjalanan kami lanjutkan pulang dan menuju pantai Pelabuhan ratu.

Trip Pulang ke cikarang nyoba lewat Pelabuhan ratu

Pantai Pelabuhan Ratu

Perjalanan pulang sengaja kami ga lewat waktu berangkat yaitu lewat lengkong dan jampang tengah, cikembar karena jalan rusak,  pada dasarnya pingin tau aja cih ..he he … maka kami putuskan jalan yang arah ke pantai pelabuhan ratu memang terkesan memutar tapi saya dapati jalan yang lumayan bagus, meskipun ada beberapa bagian yang rusak tapi tidak seprah arah jampang tengah butuh waktu sekitar 5 jam untuk sampai pantai pelabuhan ratu, vegetasi kebun teh dan hutan lindung dengan jalan yang rolling turun naik untuk sampai ke pantai ke pelabuhan ratu.

Pantai Pelabuhan ratu sore hari

Pantai ini selain dikenal memiliki ombak yang sangat kuat dan karena itu berbahaya bagi perenang pantai, juga memiliki keindahan panorama yang khas. Topografinya berupa perpaduan antara pantai yang curam dan landai, tebing karang terjal, hempasan ombak, dan hutan cagar alam, serta sungai yang aliran derasnya dapat digunakan untuk arena arung jeram.

Saya tidak lama di sini hanya mampir untuk makan di pinggir laut  tapi wahh …kecewa yang di dapat masakan sea food yang kurang enak dan harga yang cukup mahal , lebih murah di cikarang atau di Jakarta  hmmmm ….kecewa deh …………

Setelah menikmati pantai pelabuhan ratu sekitar jam 04 sore kami putuskan pulang ke cikarang melewati Cibadak Lido Ciawi …alhamdulilah cukup lancar perjalanan hingga masuk toll jagorawi, pukul 09 malam kita sudah sampai ke rumah …. alhamdulilah …

Tips Belibur Ke Ujung Genteng….

Bawa makanan dari rumah atau belanja di Surade , jangan harap dapat makanan yang enak..

-Cek kondisi kendaraan , terutama ban jangan sampai gembos di tengah hutan ..

-Selalu bawa uang cash tidak ada  atm atau tida bisa pake credit card he he

-Selalu meliat petunjuk arah jalan dan tidak malu bertanya  kalau lebih bagus  pake  bhs Sunda he he …

-Penginapan Hexa yang rekomendasi buat nginap di sana, selain itu semua penginapan terlihat tidak berpenghuni.

-Aroma mistis kental di sini harus lebih hati hati segala prilaku dan sikap.

Semoga Bermanfaat….

DT Hendarwan ..

 

 

 

 

About Deni Hendarwan

The Word is flatt....No Worry Ride Ride ....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Trip Ujung Genteng ….

  1. hendra berkata:

    salam kenal,..
    pantai ujung genteng memang wajib untuk anda kunjungi.. dan bila anda mencari hotel atau penginapan.. hubungi kami
    kami menawarkan harga untuk menginap di hotel kami harga dari mulai 600rb 2 kamar tidur, livingroom, branda, wash room, dan breakfast.., kapasitas8 orang.
    untuk info lebih lanjut silahkan kunjungi

    http://www.turtlebeachesresort.com
    atau hub 085860555177

    thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s